APA ITU SIMRS DAN PENERAPANNYA DI RUMAH SAKIT

SIMRS dan Penerapannya di Rumah Sakit

Apa itu SIMRS ?

Setiap rumah sakit pasti sudah mengenal SIMRS.

Namun beberapa orang mungkin belum tahu.

SIMRS adalah sistem informasi manajemen rumah sakit yang membantu rumah sakit dalam mengelola seluruh kegiatannya secara digital.

Kenapa Rumah Sakit Butuh SIMRS ?

Kegiatan rumah sakit yang kita kenal biasanya seperti mendaftarkan pasien, memeriksa pasien, membeli obat, dan membayar tagihan pasiennya.

Tunggu dulu …

… faktanya, rumah sakit memiliki kegiatan yang jauh lebih banyak dari itu.

Selain melakukan kegiatan pelayanan pasien tadi atau biasa kami sebut kegiatan front office,

Rumah sakit juga melakukan kegiatan back office seperti pengadaan obat, merekap data medis, mengelola karyawan, pembelian barang-barang umum, dll.

Bahkan, saat ini Rumah Sakit juga melaporkan beberapa data ke instansi lainnya seperti ke Kemenkes dan BPJS.

Pelaporan secara manual ataupun terintegrasi

Nah…

Dari sini kita semakin tahu bahwa kegiatan rumah sakit itu ternyata banyak dan bervariasi tingkat pekerjaannya.

Bila semua kegiatan tersebut dikelola secara manual, tanpa bantuan sistem atau software maka kesalahan akan mudah terjadi dan beresiko menimbulkan kerugian besar.

Hal ini juga diperkuat oleh PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2013 bahwa setiap rumah sakit wajib menyelenggarakan SIMRS.

Adapun contoh SIMRS yang telah digunakan di beberapa rumah sakit dan berhasil diterapkan dengan baik adalah SIMRS Ideplex.

SIMRS Terbaik untuk Rumah Sakit

Setelah mengetahui pentingnya SIMRS tadi , kemudian Anda akan bertanya :

“SIMRS yang terbaik itu harus seperti apa ?”

Untuk menjawabnya, Anda bisa membuka kembali peraturan menteri kesehatan di atas.

Pengaturan SIMRS bertujuan meningkatkan efisiensi, efektivitas, profesionalisme, kinerja, serta akses dan pelayanan Rumah Sakit.

Permenkes RI No 82 Th 2013 Pasal 2

Dari pasal tersebut, kita bisa mengetahui bahwa SIMRS terbaik bukanlah yang modulnya lengkap, atau harganya mahal, atau tampilannya menarik.

SIMRS yang terbaik adalah yang dapat memenuhi tujuan-tujuan tersebut

Tujuan dari penerapan SIMRS

Kami akan coba menjelaskan beberapa tujuan SIMRS diatas lebih detail.

1. Efisiensi: Menghemat Biaya Rumah Sakit

Penghematan biaya memang menjadi salah satu faktor penting.

Rumah sakit manapun akan berupaya untuk memberikan kualitas pelayanan kesehatan terbaik dengan biaya seefisien mungkin.

Lalu bagaimana peran SIMRS untuk menghemat biaya rumah sakit ?. Berikut contohnya

Merekap Tagihan Pasien

Misalnya pada kegiatan rekap tagihan pasien rawat jalan pada Rumah Sakit yang masih dikerjakan secara manual.

Biasanya, setiap unit pelayanan akan memberikan selembar kertas tagihan ke kasir.

Bila pasien periksa ke poli, periksa lab, dan membeli obat.

Maka ada 3 lembar kertas tagihan yaitu dari unit poli, lab, farmasi. Itu untuk 1 pasien rawat jalan.

Bila ada 100 pasien rawat jalan setiap hari, maka sehari menghabiskan 300 lembar.

Sebulan, bisa menghabiskan 30.000 lembar. Setara dengan uang sekitar Rp 2.500.000,-.

Contoh tadi masih untuk pasien rawat jalan dengan asumsi kunjungan 100 pasien per hari. Bagaimana bila kunjungannya lebih besar. Kita juga belum menghitung kunjungan pasien rawat inap.

Ya ! Tentu potensi biayanya lebih besar lagi.

Pada Rumah Sakit yang telah menerapkan SIMRS, data tagihan dari unit-unit disimpan di server database. Kasir bisa mendapatkan data tagihan dari unit secara digital tanpa hardcopy.

Sehingga rumah sakit dapat memangkas pengeluaran biaya kertas tagihan tadi.

Efisiensi biaya ini juga dapat terjadi di bagian lainnya pada kegiatan front office maupun backoffice.

2. Efektivitas: Bekerja Jadi Lebih Mudah dan Cepat

Setiap rumah sakit yang menerapkan SIMRS pasti berharap pekerjaan mereka semakin mudah.

Selain itu, rumah sakit ingin laporan-laporan yang mereka buat bisa selesai dengan lebih cepat

Sistem yang baik mampu menjawab kebutuhan tersebut yaitu bekerja jadi semakin efektif.

Apakah iya SIMRS bisa meningkatkan efektivitas ? …

Kami akan coba memberikan contohnya.

Jumlah Kunjungan Pasien

Direktur rumah sakit ingin mengetahui jumlah kunjungan masing-masing poli spesialis, selama tahun 2021.

Beliau ingin menjadi data tersebut sebagai pertimbangan menutup poli spesialis yang jarang pengunjungnya.

Pukul 09:00, Direktur tersebut menelpon kepala layanan rawat jalan.

Selama 10 menit Kepala layanan menghubungi semua perawat poli untuk mengirimkan rekap kunjungan pasien masing-masing poli.

Tepat jam 09:30 perawat poli mulai merekap

Karena Rumah Sakit ini belum menerapkan SIMRS, akhirnya perawat poli mencari laporan rekap kunjungan bulanan mereka

Sekitar 30 menit, masing-masing perawat poli selesai merekap jumlah kunjungan tahun 2021.

Kemudian mereka mengirimkan data tersebut kepada Kepala Layanan Rawat Jalan.

Setelah melakukan pengecekan singkat, Pukul 10:30 Kepala Layanan mengirimkan datanya ke Direktur.

Setelah direktur membuka data tersebut, Direkturnya lalu bertanya kembali ke Kepalanya tadi

“Apakah ini sudah termasuk bulan ini ? Kalau belum tolong direkapkan juga.”

Maka proses perekapan data kunjungan berulang lagi.

Kita perkirakan direkturnya akhirnya mendapatkan data kunjungan yang valid pada pukul 12:00

Coba bayangkan ! …

… hanya ingin melihat data kunjungan rawat jalan per poli selama 2021, butuh waktu 3 jam

Bagaimana ? Rumit kan ?!

Bila RS menggunakan SIMRS, kunjungan pasien masing-masing poli sudah masuk ke dalam database. Manajemen atau direktur tinggal memilih rentang tanggal halaman laporan kunjungan yang ingin direkap jumlahnya.

Kemudian sistem akan merekap sesuai dengan rentang tanggal tersebut.

Tidak lebih dari 1 menit, rekap data kunjungan pasien per poliklinik sudah dapat dilihat.

Dari sini, tentu kita dapat melihat dengan jelas perbedaannya. Dalam kasus diatas, SIMRS dapat memangkas waktu satu pekerjaan dari 3 jam menjadi 1 menit

3. Akses: Bridging SIMRS dengan Aplikasi Lainnya

Poin ketiga ini, kami meloncat dari beberapa tujuan penerapan SIMRS.

“Sudah bridging dengan BPJS ?”

Rumah Sakit pasti bertanya tentang bridging saat mencari vendor SIMRS.

Ya Bridging…

…, atau lebih familiar dengan integrasi.

Selain sebagai sebuah aplikasi tersendiri, kini SIMRS juga didorong untuk memberikan akses data ke aplikasi lainnya.

Tujuannya supaya aplikasi lain tersebut dapat mengakses data rumah sakit dengan cepat dan realtime.

Oke coba kami contohkan lagi, seberapa pentingnya integrasi ini:

Mengecek Data Pasien BPJS Kesehatan

Ada pasien BPJS Kesehatan datang ke sebuah rumah sakit.

Dia mendaftarkan diri ke loket pendaftaran sambil menyerahkan kartu BPJS Kesehatannya dan surat rujukannya dari klinik pratama BPJS.

Rumah sakit ini adalah RS yang sudah memiliki SIMRS namun belum bisa bridging dengan aplikasi BPJS (VClaim).

Maka operator pendaftaran, memasukkan data pasien tersebut ke pasien ke dalam SIMRSnya, seperti no kartu BPJS, nama pasien, tanggal lahir, tempat lahir, alamat, dll. Lalu mendaftarkannya ke poli yang dituju.

Pasien pun kemudian menuju ke poli yang dituju untuk mengantri.

Cerita belum berakhir …

Operator pendaftaran tadi juga harus memasukkan data pasien tersebut ke aplikasi BPJS (VClaim) sebagai tindak lanjut dari proses rujukan dari klinik pratamanya.

Artinya operator harus 2x input data.

Satu, input di SIMRS. Kedua, input di VClaim.

Makan waktu juga kan ?!.

Bila Rumah Sakit memiliki SIMRS yang sudah bridging dengan aplikasi BPJS tersebut, jelas operator pendaftaran tidak perlu input 2x.

Ketika memasukkan nomor BPJS di SIMRS, sistem akan otomatis mengambil data identitas pasien yang ada di Aplikasi BPJS.

Diagram pendataan identitas pasien ke SIMRS yang sudah bridging dengan BPJS

Begitu juga saat operator mendaftarkan pasien ke SIMRS, sistem akan otomatis mengirim data pendaftaran ke aplikasi BPJS.

Sehingga operator tidak perlu input lagi ke aplikasi BPJS tersebut.

Jadi hemat waktu kan …

Bila Anda sedang mencari SIMRS yang dapat membantu Rumah Sakit Anda untuk mencapai beberapa tujuan tadi, kami rekomendasikan untuk melihat di SIMRS Ideplex

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *